BLOGS

Rabu, 31 Agustus 2022 - 15:51

Cake emulsifier sangat lumrah dipakai dalam proses pembuatan kue agar semakin lembut dan mengembang. Akan tetapi, seberapa aman penggunaan emulsifier pada makanan? Simak ulasan paling lengkap di bawah ini. Sesuai dengan fungsinya, cake emulsifier mampu menyatukan adonan kue dengan bahan-bahan yang berbeda menjadi satu. Misalnya, zat lemak yang disatukan dengan air. Tidak hanya itu, emulsifier juga dapat membantu agar kue semakin mengembang dan lembut. Umumnya, ada tiga jenis cake emulsifier yang kerap dipakai di Indonesia, yakni, SP, TBM, dan Ovalet. Tiga emulsifier ini punya manfaat yang sama meskipun memiliki sedikit perbedaan. Apakah Emulsifier Aman? Dikutip dari Alodokter, pemakaian emulsifier dapat meningkatkan potensi pertumbuhan sel kanker di usus dan saluran pencernaan bagi para pengonsumsinya. Bahkan, mengkonsumsi kue dengan cake emulsifier berlebihan bisa meningkatkan potensi peradangan. Bahaya ini bisa muncul baik setelah emulsifier dimasak atau dalam keadaan mentah. Maka dari itu, untuk bisa menghindari bahaya ini, alangkah lebih baik mengimbangi konsumsi makanan sehati. Dengan begitu, penggunaan emulsifier dalam kue bisa lebih aman bagi para pengonsumsinya. Baca juga : Kenali Macam-macam Tepung Roti (Breadcrumbs) untuk Berbagai kebutuhan Emulsifier SP mengandung bahan Ryoto ester atau gula ester atau asam lemak, semisal asam stearat, palmitat serta oleat. Tidak hanya itu, SP juga bisa saja memiliki kandungan hewani atau tumbuhan. Kemudian, emulsifier TBM yang mengandung monogliserida (MG) serta digliserida (DG). Umumnya, dua kandungan tersebut diambil dari zat hewani serta tumbuhan maupun campuran dari kedua zat itu sendiri. Sementara itu, emulsifier ovalet mengandung turunan asam lemak yang biasanya berasal dari bahan hewan atau tumbuhan. Ternyata, tiga emulsifier tersebut kerap dipakai para pembuat kue di Indonesia agar lebih mudah dan cepat mencampurkan adonan kue, melembutkan tekstur, sampai membuat kue lebih mengembang. Akan tetapi, kandungan dari ketiga emulsifier itu punya potensi yang membahayakan bagi kesehatan. Alternatif Emulsifier yang Aman Lantas, apa alternatif emulsifier yang aman bagi kuet? Anda tentu bisa menggunakan emulsifier alami sebagai alternatif. Terdapat berbagai macam bahan yang dapat dimanfaatkan menjadi emulsifier alami yang lebih aman. Salah satunya adalah kuning telur. Kuning telur bisa menjadi emulsifier alami. Bahkan, putih telur yang dikocok hingga kaku juga dapat menjadi alternatif emulsifier yang aman. Apalagi, putih telur dapat menjadikan kue lebih lezat daripada emulsifier kimia. Tidak hanya itu, Anda juga dapat memaksimalkan kedelai menjadi emulsifier alami yang lebih aman. Selain itu, ternyata kedelai sangat bergizi tinggi. Kandungan tinggi minyak dan air dalam kedelai dapat membuat zat lecithin yang diekstrak agar bisa menjadi bahan emulsifier yang aman. Dengan berbagai alternatif di atas, bisa dipastikan Anda akan membuat kue yang lebih aman dikonsumsi. Meskipun, pada dasarnya terlalu banyak mengonsumsi kue sama berbahayanya dengan banyak mengonsumsi emulsifier. Baca juga : Tips Agar Bolu Mengembang Tinggi Yang Kadang Diabaikan Walaupun lebih aman, namun kenyataannya alternatif emulsifier alami tidak memiliki hasil yang maksimal. Maka dari itu, solusinya adalah Anda bisa menggunakan Emulsifier Global Solusi Ingredia (GSI). Emulsifier GSI memiliki kualitas terbaik dan bisa menjadi pilihan utama yang lebih aman ketimbang tiga jenis Emulsifier yang populer ditemukan di supermarket di Indonesia. Emulsifier GSI bisa menjadikan kue lebih mengembang, lembut, halus, tidak mengkristal, bahkan tidak pecah. Anda cukup dengan menghubungi nomor 08161391263 atau email ke sales@globalsolusiingredia.com agar bisa mendapatkan Emulsifier GSI. Anda yang masih ragu pun bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan kontak tersebut.

Selasa, 30 Agustus 2022 - 11:59

Anda sudah pernah mendengar tentang emulsifier atau cake emulsifier sebelumnya? Ya, bisa dikatakan jika cake emulsifier merupakan salah satu bahan yang selalu digunakan dalam pembuatan kue. Bahan yang satu ini pun sebenarnya sudah cukup lama digunakan dalam dunia bakery . Dalam catatan sejarah, cake emulsifier mulai banyak digunakan di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda. Hal ini dikarenakan orang Belanda-lah yang mengenalkan tentang bahan ini. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas cara kerja cake emulsifier yang bisa dijadikan alasan kenapa Anda perlu menambahkannya dalam proses pembuatan kue. Fungsi dan Cara Kerja Emulsifier   Penggunaan cake emulsifier dalam pembuatan kue tentu saja bukan tanpa alasan. Ada beragam fungsi penting dari bahan ini yang tentu akan berpengaruh pada hasil kue yang dibuat. Adapun fungsi sekaligus cara kerja dari cake emulsifier ini adalah sebagai berikut: 1. Menyatukan cairan dan lemak Penggunaan cake emulsifier dalam pembuatan kue akan membentuk tekstur kue yang cenderung lebih lembut dan lebih menyatu. Hal ini dikarenakan bahan ini bisa menyatukan cairan dengan lemak yang ada pada adonan kue. Baca juga : Apakah Cake Emulsifier Sama dengan Bahan Pengembang Kue Cairan yang dimaksud dalam bahan adalah telur, air dan juga susu. Sementara lemak yang digunakan adalah mentega atau margarin. Nah, ketika cake emulsifier ditambahkan, kedua jenis bahan tersebut cenderung lebih mudah menyatu. Hal inilah yang akan membuat kue yang Anda buat jauh lebih lembut. 2. Melembutkan tekstur kue Penggunaan cake emulsifier dalam sebuah resep kue akan berfungsi untuk melembutkan kue yang dibuat. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa banyak orang sering menyebut cake emulsifier sebagai pelembut kue. Cara kerja cake emulsifier untuk melembutkan kue adalah dengan menyatukan bahan cairan dan lemak yang digunakan pada adonan. Dengan bercampurnya dua bahan ini secara maksimal, maka tekstur kue yang dipanggang ataupun dikukus akan mengembang dengan baik dan tidak bantat. Perlu diketahui bahwa adonan kue yang diberi tambahan cake emulsifier juga akan terbantu proses retensi dan aerasi. Aerasi sendiri adalah proses pemasukan udara ketika proses pencampuran telur dalam pembuatan kue. Proses ini bertujuan untuk meningkatkan volume. Nah, cake emulsifier ini akan memperbaiki dan memaksimalkan volume adonan tersebut. 3. Memperpanjang waktu simpan kue Fungsi lain dari cake emulsifier yang menjadi alasan kenapa bahan ini perlu digunakan adalah memperpanjang waktu simpan kue yang dibuat. Pasalnya, banyak kalangan mengatakan bahwa cake emulsifier juga berfungsi sebagai pengawet. Bagaimana hal tersebut terjadi? Seperti yang dibahas di awal, cake emulsifier akan membuat adonan kue tercampur dengan sempurna. Pencampuran adonan kue yang maksimal akan membuat adonan cenderung stabil alias tidak terlalu padat ataupun tidak terlalu cair. Baca juga : Bagaimana Penggunaan Emulsifier pada Yoghurt Nantinya, ketika kue dikeluarkan dari cetakan atau loyang, maka tekstur kue akan cenderung stabil dan juga tidak menyusut saat didinginkan. Dengan demikian, kue akan bertahan dalam waktu yang lebih lama. Beberapa hal di atas adalah ragam fungsi serta cara kerja cake emulsifier yang bisa ditambahkan dalam adonan roti. Terkait cake emulsifier sendiri, ada beberapa jenis produk yang tersedia dan bisa dijadikan opsi, yaitu SP, ovalet serta TBM. Nah, Anda yang mencari produk cake emulsifier ataupun produk pembuat kue lainnya dengan kualitas tinggi bisa menggunakan produk yang disediakan oleh GSI (Global Solusi Ingredia). Silakan cek di sini untuk menemukan beragam produk cake emulsifier serta bahan kue lainnya!

Minggu, 28 Agustus 2022 - 18:53

Seperti yang kita ketahui bahwa makanan yang memiliki cita rasa manis sangatlah lezat. Makanan manis juga membuat orang merasa bahagia. Oleh sebab itu, makanan manis tak pernah gagal dalam berbagai inovasinya. Tak terkecuali juga olahan resep bolu red velvet . Kue cantik berwarna merah yang satu ini mempunyai banyak sekali penggemar karena teksturnya yang lembut saat digigit. Red velvet pun seringkali dijadikan hidangan untuk mengubah mood buruk menjadi baik. Maka dari itu, jika Anda ingin mencoba membuatnya, maka kami akan memberikan 2 resep bolu red velvet gratis yang mudah dibuat. 2 Resep Bolu Red Velvet Resep Bolu Red Velvet Bahan-bahan:     200 gram gula pasir     2 buah telur     250 ml susu cair (tambahkan satu sendok makan perasan jeruk nipis lalu diamkan kurang lebih 15 menit).     200 gram mentega yang dilelehkan     1 sendok teh soda kue     250 gram tepung terigu     20 gram cocoa powder     1 sendok makanan pewarna merah untuk makanan     1 sendok teh ekstrak vanili     100 mililiter air Baca juga : Cermati Kesalahan yang Membuat Kue Tidak Mengembang Bahan Krim Mentega :     150 gram gula halus     70 gram mentega     2 sendok makan susu cair ( full cream )     45 gram keju yang diparut Langkah Membuat: Krim Mentega : Campurkan bahan-bahan buttercream di atas, kemudian kocok adonan hingga pucat  dan lembut. Adonan Bolu :     Mixer atau kocok gula juga telur sampai putih pucat.     Kemudian ayak adonan sesudah memasukkan tepung terigu, cocoa powder, dan juga soda kue     Tambahkan krim mentega ke dalam adonan bolu tadi, aduk-aduk hingga merata lalu masukkan air.     Campurkan dan aduk hingga rata pewarna makanan dan ekstrak vanili.     Siapkanlah loyang (bentuk sesuai selera) lalu oleskan mentega ke loyang kemudian tutupi permukaannya dengan kertas kue.     Selanjutnya, tuanglah adonan ke dalam loyang dan panggang pada suhu 180° C.     Berikan topping sesuai selera, bolu red velvet siap dinikmati. Resep Bolu Red Velvet Cup Cake Bahan-bahan Frosting:     250 gram krim keju     100 ml whipping cream     50 ml susu kental manis Bahan-bahan Adonan:     200 gram tepung terigu (berprotein sedang)     12 gram cocoa powder     1 sendok teh soda kue     170 ml susu cair (tambahkan sesendok makan air lemon)     120 gram margarin     180 gram gula     2 buah telur yang besar atau 4 telur kecil     1 sendok makan pewarna makanan (merah)     1 sendok teh ekstrak vanili Langkah Membuat:     Pertama, campurkanlah susu dengan perasan lemon lalu diamkan hingga 10 menit (setidaknya sampai mengental).     Kedua, berikan pewarna makanan merah dan aduk sampai rata.     Masukkan tepung terigu, cocoa powder, dan soda kue, aduk rata di dalam wadah.     Kocok-kocok gula dan margarin sampai berjejak lalu masukkan telur.     Tuang pula adonan terigu yang telah dibuat ke adonan gula dan margarin secara bertahap dan gantian dengan susu. Agar harum, masukkan ekstrak vanili.     Tuang adonan yang telah jadi ke cup kecil, iao sampai setengah bagian saja.     Masukkan ke oven dengan suhu 180° (kurang lebih 20 menit. Angkat lalu dinginkan.     Untuk bagian frosting , kocoklah krim keju dan SKM sampai lembut. Masukkan pula whipping cream , aduk-adung sampai rata.     Terakhir, tata frosting dalam plastik khusus bentuk segitiga dan hiaslah cup cake red velvet sesuai selera. Baca juga : Kumpulan Resep Bolu Ubi untuk Ide Jualan Demikianlah pembahasan mengenai 2 resep bolu red velvet yang simple tapi enak. Makan bolu red velvet pastinya akan semakin nikmat bila ditemani segelas coklat ataupun susu. Nah, bila Anda tertarik untuk belajar masak bolu red velvet , tak ada salahnya bila mencoba kualitas produk bahan-bahan kue dari GSI. GSI punya banyak bahan kue untuk mempermudah Anda memasak contohnya seperti emulsifiers , chocolate , hingga colours . Tentu saja semua produk ini dalam keadaan fresh dan berkualitas premium. Yuk, mulai sekarang langganan kebutuhan kue dengan GSI!

Rabu, 24 Agustus 2022 - 11:55

Anda tentu sudah familiar dengan yoghurt, bukan? Minuman fermentasi yang satu ini menjadi salah satu minuman yang cukup disarankan untuk dikonsumsi secara teratur. Pasalnya, minuman ini memiliki kemampuan yang ajaib untuk menyehatkan sistem pencernaan dan tubuh secara umum. Meskipun hadir dalam beragam variasi rasa, namun jika dilihat dengan saksama, yoghurt memiliki rasa asam. Rasa asam ini didapatkan dari proses fermentasi gula laktosa yang terdapat pada produk susu. Nah, meskipun proses fermentasi tersebut bisa dilakukan dengan baik, tidak jarang yoghurt mengalami kerusakan fisik, baik ketika proses produksi ataupun ketika penyimpanan. Hal inilah yang membuat emulsifier diperlukan dalam proses pembuatan yoghurt. Apa yang Menyebabkan Kerusakan Fisik Yoghurt? Seperti yang disinggung di awal, yoghurt bisa mengalami kerusakan fisik bagi ketika saat proses pembuatan ataupun selama penyimpanan. Salah satu penyebab kerusakan yoghurt adalah munculnya sineresis akibat fermentasi yang tidak tepat. Baca juga : Cara Membuat Bolu yang Tidak Lengket di Loyang Selain itu, tingkat viskositas yang rendah serta adanya penurunan pada kemampuan daya ikat air juga menjadi biang dari kerusakan fisik yoghurt tersebut. Jika hal ini terjadi, kualitas yoghurt akan menurun. Tidak hanya itu, produk yoghurt yang dihasilkan pun nantinya tidak akan memiliki manfaat sebagaimana produk yoghurt yang memiliki kondisi baik. Penggunaan Emulsifier Dalam Pembuatan Yoghurt Adanya ketidakstabilan dalam proses pembuatan yoghurt membuat kualitas dari minuman fermentasi ini menurun dan tidak memiliki manfaat sebagaimana seharusnya. Oleh karenanya, upaya untuk menstabilkan proses pembuatan yoghurt dilakukan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan pada yoghurt ketika proses pembuatan atau penyimpanan adalah dengan melakukan penambahan penstabil atau emulsifier . Produk emulsifier yang digunakan tersebut berfungsi untuk meningkatkan viskositas serta daya ikat air pada bahan pembuatan yoghurt. Selain itu, emulsifier juga berfungsi untuk menurunkan sineresis. Penstabil atau emulsifier sendiri adalah bahan tambahan pangan yang aman digunakan dan memiliki manfaat untuk menstabilkan, mengentalkan ataupun membuat bahan minuman dan makanan yang dicampur dengan air menjadi lebih pekat sesuai dengan level kekentalan tertentu. Dalam proses pembuatan yoghurt, emulsifier yang ditambahkan ditujukan untuk mengikat lemak susu dan air agar tidak terpecah. Dengan demikian, bahan pembuat yoghurt yang digunakan bisa bercampur dengan lebih maksimal sehingga hasil pembuatan yoghurt akan cenderung lebih baik. Juga, produk yoghurt yang dihasilkan pun bisa bertahan dalam waktu yang lebih lama. Bagaimana Penggunaan Produk Emulsifier Dalam Pembuatan Yoghurt? Sebenarnya, penggunaan emulsifier dalam proses pembuatan yoghurt bisa dikatakan cukup mudah. Hal ini dikarenakan bahan emulsifier tersebut hanya perlu dicampurkan pada campuran bahan yoghurt setelah proses fermentasi dimulai. Hanya saja, produk emulsifier tidak boleh digunakan dalam takaran yang berlebihan. Penggunaan emulsifier dengan takaran yang berlebihan akan memberikan dampak negatif pada produk yoghurt, bahkan tidak mungkin akan menjadi masalah jika dikonsumsi. Baca juga : Apakah Cake Emulsifier Sama dengan Bahan Pengembang Kue Terkait penggunaan emulsifier pada pembuatan yoghurt, standard yang digunakan adalah peraturan yang dibuat oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan nomor 20 tahun 2013 tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pengemulsi. Oleh karenanya, sebelum Anda membuat yoghurt, perhatikan ambang batas penggunaan emulsifier yang dianjurkan. Tidak hanya itu, Anda juga sebaiknya menggunakan produk emulsifier yang tepat. Pasalnya, jenis produk yang digunakan akan berpengaruh pada hasil yoghurt yang dibuat. Dalam hal ini, untuk mendapatkan hasil yoghurt yang berkualitas dan tahan lama, gunakan produk emulsifier yang disediakan oleh GSI (Global Solusi Ingredia). Cek di sini untuk melihat detail produk yang disediakan. 

Kamis, 18 Agustus 2022 - 15:03

Kalau membicarakan mengenai bahan pengembang kue, pastinya baking powder adalah jawabannya. Baking powder dapat mengembangkan kue supaya teksturnya lebih empuk dan bervolume. Masalahnya, terkadang kita lupa membeli baking powder ketika akan membuat kue. Tidak harus bolak-balik ke toko bahan-bahan kue. Karena ada pengembang kue alami yang dapat kita gunakan sebagai alternatif baking powder. Pengembang Kue Alami Apa saja pilihannya? Berikut ini merupakan 6 bahan pengembang kue alami alternatif baking powder di bawah ini: 1. Putih Telur Di balik aroma amis dan tekstur yang licin, putih telur adalah bahan alami alternatif Baking powder yang dapat mengembangkan kue. Menariknya, putih telur dapat membuat tekstur kue yang lebih ringan dan bervolume, ketimbang memakai Baking powder, lo! Anda cuma harus mengocok putih telur dengan kecepatan rendah hingga berbusa. Setelah itu, kocok putih telur memakai mixer dengan kecepatan tinggi hingga teksturnya menjadi lembut. Baca juga : Ketahui Jenis Pengembang Kue Agar Kue Jadi Sempurna 2. Buttermilk Buttermilk masuk dalam bahan alami pengembang kue yang dapat kita gunakan sebagai alternatif baking powder. Kalau dilihat sekilas memang mirip yoghurt, perbedaannya adalah rasa buttermilk cenderung asam dan tajam. Guna menggantikan 1 sendok teh baking powder, cukup campurkan 1/2 cangkir buttermilk dengan 1/4 sendok teh powder kue. Karena tekstur buttermilk cair, disarankan guna mengurangi sedikit takaran bahan cair ketika membuat kue, ya. Tujuannya supaya tekstur dan konsistensi kue tetap terjaga. 3. Cuka Cuka juga masuk dalam bahan pengembang kue alami alternatif baking powder yang dapat Anda coba. Hanya saja, cara memakai cuka guna mengembangkan kue tidak boleh asal. Hal ini dikarenakan cuka punya aroma dan rasa yang sangat kuat. Pilih cuka putih sebagai pengembang kue alami, supaya rasa dan warnanya tidak berubah. Campurkan 1/4 sendok teh powder kue dengan 1/2 sendok teh cuka guna menggantikan satu sendok teh baking powder . 4. Air Lemon Lalu, perasan air lemon masuk dalam bahan pengembang kue alami yang cocok dijadikan alternatif baking powder . Cuma, Anda harus berhati-hati Kalau hendak mengembangkan kue memakai air lemon. Hal ini dikarenakan, rasa lemon yang kuat dapat mengubah rasa kue. Kalau pada resep disarankan memakai 1 sendok teh baking powder . Maka, cukup gunakan 1/2 sendok teh air lemon dengan 1/4 sendok teh baking powder guna mengembangkan kue, ya. 5. Cream of Tartar Alternatif baking powder guna mengembangkan kue berikutnya adalah cream of tartar . Untuk diketahui, cream of tartar punya bentuk bubuk putih halus punya sifat asam berasal dari hasil penyulingan minuman anggur, lo! Supaya mendapatkan hasil yang cantik, gunakan rasio 2:1 antara cream of tartar dan baking powder ketika membuat kue. Misal, campurkan 1/2 sendok teh cream of tartar dengan 1/4 sendok teh baking powder guna menggantikan 1 sendok teh baking powder . Baca juga : Apakah Cake Emulsifier Sama dengan Bahan Pengembang Kue 6. Plain Yogurt Bahan pengembang kue yang pertama adalah plain yogurt . Terbuat dari fermentasi susu, yoghurt dapat menjadi alternatif baking powder guna mengembangkan kue apabila dicampur dengan baking powder . Anda dapat mencampurkan 1/2 gelas plain yogurt dengan 1/4 sendok teh baking powder guna menggantikan 1 sendok teh baking powder . Kalau pengembang kue alami tidak dapat mengembangkan kue secara maksimal, Anda dapat memakai cake emulsifier Global Solusi Ingredia (GSI) untuk menggantinya. Emulsifier GSI dapat membuat kue menjadi lebih mengembang sempurna, bertekstur lembut, halus, tidak pecah, tidak mengkristal, dan aman dikonsumsi. Dengan bahan soy lecithin , Emulsifier GSI dapat lebih aman untuk kesehatan. Tentunya, emulsifier GSI sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI dan izin edar dari BPOM RI. Yuk, segera gunakan emulsifier GSI dengan cek laman utama globalsolusiingredia.com

Selasa, 16 Agustus 2022 - 14:40

Ubi umumnya diolah untuk menjadi keripik atau sekadar direbus untuk dinikmati. Padahal, bahan yang satu ini sebenarnya bisa dibuat menjadi olahan yang kreatif dan menjadi ide jualan yang unik serta menguntungkan, salah satunya adalah bolu ubi. Nah, ada beberapa ide menarik terkait resep bolu ubi yang bisa Anda coba di rumah dan dijadikan inspirasi jualan. Penasaran? Simak ulasannya! Resep Bolu Ubi Kukus Salah satu ide mengolah ubi dengan unik adalah membuatnya menjadi bolu ubi kukus. Adapun detail resep untuk olahan ini adalah: Bahan-bahan:         6 ons ubi kayu diparut         5 butir telur         2 ons gula pasir         1 sendok makan SP         ½ sendok teh vanili bubuk         1 ons keju parut         150 ml minyak goreng         Secukupnya garam         Secukupnya pasta pandan Cara membuat:         Peras ubi kayu yang sudah diparut tersebut lalu sisihkan         Campurkan telur, gula pasir, SP dan vanili dengan mixer menggunakan speed tinggi         Setelah tercampur merata, masukkan ubi ke dalam adonan tersebut dan mixer dengan kecepatan rendah         Masukkan keju parut serta garam dan campur rata         Masukkan minyak goreng dan aduk menggunakan spatula         Beri pewarna sesuai yang diinginkan         Tuang adonan yang sudah tercampur rata ke dalam loyang yang sebelumnya sudah diolesi dengan mentega         Panaskan kukusan dan kukus adonan bolu ubi tersebut selama 40 menit         Angkat setelah matang Setelah bolu ubi kukus ini matang, Anda bisa mengiris dengan ukuran sesuai keinginan. Masukkan ke wadah plastik untuk membuatnya lebih higienis dan bolu ubi siap dijual. Resep Bolu Ubi Cokelat Jika Anda ingin membuat sajian bolu ubi yang unik dan terlihat lezat, bolu ubi cokelat bisa menjadi pilihan yang tepat. Pasalnya, sekilas, variasi bolu ubi ini cukup mirip dengan brownies. Bahan-bahan:         200 gr ubi merah kukus lalu haluskan         3 butir telur ayam         80 gr tepung mocaf         20 gr cokelat bubuk         100 gr gula merah, iris         30 ml susu putih cair         Secukupnya garam         3 sendok makan minyak kelapa         Kismis untuk topping Cara membuat:         Campur telur dan gula merah hingga mengembang menggunakan mixer dengan kecepatan yang tinggi         Selanjutnya, masukkan ubi yang sudah dihaluskan tadi serta susu putih ke dalam campuran adonan         Aduk campuran adonan tersebut dengan menggunakan mixer hingga adonan tercampur rata         Masukkan tepung, garam dan juga cokelat bubuk ke dalam adonan. Aduk perlahan menggunakan spatula         Masukkan minyak kelapa yang sudah disediakan lalu aduk adonan hingga merata         Jika adonan sudah siap, maka masukkan adonan ke dalam loyang yang sebelumnya sudah diberikan olesan mentega atau minyak         Tambahkan kismis sebagai topping kue bolu yang dibuat         Panaskan kukusan dan kukus adonan bolu cokelat tersebut sekitar 25 menit hingga matang         Jika bolu ubi sudah matang, lepaskan dari loyang dan iris sesuai selera         Selesai Sama seperti resep sebelumnya, Anda bisa memasukan potongan bolu ubi ke plastik bening untuk membuatnya higienis dan menarik saat dijual. Selain itu, Anda juga bisa mengganti kismis dengan bahan lainnya untuk topping yang lebih unik, seperti keju, kacang atau lainnya. Setidaknya, kedua resep di atas bisa menjadi inspirasi untuk membuat bolu ubi yang unik dan cocok untuk berjualan. Nah, untuk membuat sajian bolu ubi yang Anda jual memiliki rasa yang lebih nikmat dan tentu lebih lembut, Anda bisa menggunakan bahan-bahan yang disediakan oleh GSI (Global Solusi Ingredia). Cek di sini untuk melihat aneka bahan bolu ubi yang bisa Anda manfaatkan.

Contact Us

Contact Us