Di Indonesia, industri minyak goreng menempati posisi yang strategis. Pasalnya, bahan makanan yang satu ini memang sangat dibutuhkan untuk kegiatan sehari-hari. Nah, salah satu penyedia minyak goreng yang saat ini bisa Anda pertimbangkan adalah Global Solusi Ingredia. Selain menyediakan berbagai macam bahan makanan berkualitas tinggi, produsen asal Malaysia ini juga memiliki produk andalan berupa minyak goreng. Bukan minyak goreng biasa, GSI menawarkan sebuah inovasi industri minyak goreng terbaru dan memiliki nilai lebih. Hal ini dikarenakan GSI menggunakan pengalaman dan pengetahuannya di bidang penghancuran, penggilingan, pemurnian, hidrogenasi, IE, EIE, dan masih banyak lagi. Sehingga, industri minyak goreng ini dapat memenuhi parameter kualitas yang ketat serta persyaratan untuk menjadi makanan fungsional. Makanan fungsional sendiri merupakan jenis makanan yang memiliki manfaat kesehatan karena memiliki kandungan nutrisi tambahan di samping fungsi gizi dasar pada jenis makanan tersebut. Substansi pada makanan fungsional ini adalah zat gizi esensial sehingga bisa menjaga fungsi tubuh dalam pertumbuhan. Selain itu, adanya komponen bioaktif yang mampu memberi hasil positif pada kesehatan dan efek fisiologis yang diinginkan. Ingredients Minyak GSI Kualitas yang tinggi dari industri minyak goreng GSI tidak terlepas dari bahan yang digunakan pada proses pembuatannya. Diantara daftar bahan pada minyak goreng ini meliputi : · CBS (cocoa butter substitute) · CBE (cocoa butter equivalent) · PMF (Palm Mid Fraction) · CBR (cocoa butter replacer) · Shortening · Minyak sayur · Dan sebagainya CBS berasal dari fraksi palm kernel oil atau minyak inti sawit. Sedangkan CBR diolah dari fraksi minyak sawit dan minyak nabati yang lain. Untuk CBE sendiri adalah campuran dari fraksi minyak sawit dan minyak yang eksotis laiknya shea butter Afrika dan minyak tengkawang yang berasal dari Kalimantan Barat. Proses produksi CBE menggunakan teknologi yang lebih rumit ketimbang CBS dan CBR. Bahan lain yang digunakan adalah PMF atau palm mid fraction. PMF ini biasa digunakan sebagai shortening serta filling cream fat. Dimana PMF memiliki titik leleh yang cukup rendah dan bentuknya cair. Dengan bahan-bahan tersebut, maka minyak goreng GSI dapat meningkatkan tekstur dan rasa makanan, serta kelayakan produk. Selain itu, industri minyak goreng GSI memenuhi beberapa ciri dari minyak yang berkualitas tinggi, diantaranya : 1. Warna minyak jernih dan bening. 2. Tidak mengandung lemak secara berlebihan terlebih dari jenis hydrogenated oil dan minyak jenuh. 3. Memiliki aroma yang khas. 4. Memiliki titik leleh yang rendah sehingga tidak mudah membeku. Ini juga bisa menjadi indikasi bahwa minyak tersebut memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah. 5. Teksturnya menyerupai air. 6. Tidak membuat tenggorokan gatal. 7. Mempunyai nilai nutrisi. Penggunaan minyak yang kurang berkualitas dapat membahayakan kesehatan. Pasalnya, minyak memiliki kandungan lemak yang tinggi sehingga konsistensinya akan jadi lebih kental. Sehingga, bisa membentuk radikal bebas yang menyebabkan berbagai jenis masalah kesehatan. Penggunaan Minyak Goreng GSI Minyak goreng GSI memang memiliki banyak kelebihan. Selain itu, mengandung nutrisi dan baik untuk kesehatan. Sehingga, cocok untuk digunakan pada berbagai jenis industri. Mulai dari snack, catering, penggorengan, campuran cokelat, produk bakery, produk perawatan tubuh laiknya kosmetik, dan masih banyak lagi. Penggunaan minyak GSI juga bisa domestic use atau rumah tangga, industri, serta restoran. Demikian pembahasan mengenai industri minyak goreng Global Solusi Ingredia, komposisi, dan manfaatnya. Mulai sekarang, pastikan Anda menggunakan minyak yang berkualitas untuk mendapatkan manfaat kesehatan. Pun, akan membuat proses produksi bahan makanan menjadi lebih optimal.
Dalam aktivitas sehari-hari, terutama untuk urusan dapur, penggunaan minyak dan lemak tidak bisa dipungkiri. Meskipun kegunaannya keduanya hampir serupa. Namun, tahukah Anda apa saja perbedaan minyak dan lemak? Minyak dan lemak sama-sama dijadikan sebagai salah satu komposisi produk pangan, media pemanasan untuk produk makanan yang dipanggang dan digoreng, serta dapat menambah cita rasa yang gurih. Perbedaan minyak dan lemak yang paling utama adalah bentuk dan fasenya pada suhu kamar. Selain itu, masih ada sejumlah perbedaan lainnya. Mari kita bahas selengkapnya di bawah ini! Bentuk Minyak Cair Sedangkan Lemak Padat Minyak maupun lemak memiliki kandungan berupa trigliserida. Yakni molekul yang terdiri dari satu gliserol yang terikat dengan ester serta 3 asam lemak. Meski kandungan utamanya sama, tetapi bentuknya di suhu kamar berbeda satu sama lain. Minyak merupakan bahan yang berbentuk cair dikarenakan titik lelehnya lebih rendah daripada suhu kamar. Sedangkan pada lemak, titik lelehnya lebih tinggi sehingga bentuknya padat. Perbedaan titik leleh ini dikarenakan struktur trigliserida pada keduanya. Pada minyak, asam lemaknya memiliki rantai yang lebih pendek dan sifatnya tidak jenuh. Minyak Mengandung Asam Lemak Tak Jenuh dan Minyak Mengandung Asam Lemak Jenuh Di dalam minyak, terdapat kandungan asal lemak tak jenuh atau ALTJ dengan satu atau lebih ikatan rangkap. Sedangkan pada lemak, ada asam lemak jenuh atau ALJ yang tidak mempunyai ikatan rangkap. Menurut WHO, asam lemak jenuh bisa meningkatkan level total kolesterol serta LDL atau low density lipoprotein. Asam lemak jenuh dianggap bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Beberapa contoh senyawa yang mengandung asam lemak tak jenuh seperti asam linoleate adan asam oleat. Sedangkan asam lemak jenuh terdapat pada asam stearat serta asam palminat. Sumbernya Berbeda Perbedaan minyak dan lemak yang selanjutnya ada pada sumber keduanya. Minyak berasal dari berbagai bahan alam seperti kelapa, jagung, kedelai, bunga matahari, kacang tanah, zaitun dan sebagainya. Sedangkan lemak terdapat pada beberapa jenis bahan makanan seperti mentega, keju, susu, serta bahan mentah seperti ikan dan daging segar. Tubuh manusia juga mengandung lemak yang digabungkan dengan senyawa yang lain seperti glikolipid, fosfolipid, serta lipoprotein. Lemak yang ada pada tubuh manusia terdapat pada jaringan bagian bawah kulit, sekitar perut, jaringan otak, jaringan ginjal, dan sebagainya. Bisa disimpulkan bahwa sumber dari minyak adalah tumbuh-tumbuhan sedangkan lemak ada pada hewan dan manusia. Kegunaannya yang Berbeda Fungsi lemak dalam tubuh manusia adalah sebagai sumber energi cadangan. Selain itu, juga dimanfaatkan sebagai pelarut untuk vitamin A, D, E, dan K serta zat-zat tertentu. Lemak juga kerap digunakan dalam proses pembuatan margarin dan sabun pada industri dengan skala yang besar. Sedangkan minyak cenderung digunakan sebagai bahan untuk menggoreng atau mengolah bahan makanan. Minyak dan Lemak Berkualitas di GSI Jika Anda membutuhkan minyak dan lemak dengan kualitas terbaik, maka pilihannya ada di Global Solusi Ingredia. Di GSi, proses pengolahannya menggunakan teknologi tinggi. Sehingga, setiap produk minyak dan lemaknya memenuhi persyaratan fungsional, sesuai dengan parameter kualitas yang ketat, serta menjadi bahan makanan fungsional dengan kandungan gizi yang tinggi. Minyak dan lemak di GSI bisa Anda aplikasikan pada produk seperti cokelat, roti, panganan, gorengan, dan sebagainya. Adapun bahan yang tersedia meliputi CBS, CBE, CBR, PMF, shortening, minyak sayur, dan sebagainya. GSI memiliki produk yang terpercaya di Malaysia hingga di dunia internasional. Jadi, Anda tidak perlu ragu lagi untuk mendapatkannya.